er

My Own Blog

Kamis, 06 Februari 2014

hindari chiken wings dan leher ayam

Seorang teman saya baru saja ketahuan memiliki kista dalam rahimnya, sehingga dia langsung menjalani operasi.
Kista yang diambil berisi darah yang berwarna hitam pekat. Dia pikir dia akan sembuh setelah menjalani operasi, tetapi ternyata tidak.
Hanya beberapa bulan setelah operasi ternyata tumbuh kista lagi. Dia kemudian menemui ginekolog untuk berkonsultasi. Saat konsultasi, dokternya menanyakan apakah teman saya ini sering makan chicken wings, dan dia jawab ya.
Seperti yang anda saksikan, pada jaman modern ini ayam disuntik dengan steroid agar cepat besar sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar. Kebutuhan ini tak lain adalah kebutuhan akan makanan. Biasanya suntikan ini dilakukan pada bagian leher atau sayap. Oleh karena itu, pada dua tempat inilah terdapat konsentrasi steroid yang paling tinggi.
Steroid inilah yang memberikan pengaruh pada tubuh sehingga cepat pertumbuhannya. Bahkan lebih bahayanya lagi, efeknya bagi hormon wanita membuat wanita lebih rentan untuk terkena kista rahim. Oleh karena hal itu, saya menyarankan untuk selalu berhati-hati dengan makanan yang anda konsumsi, terutama chicken wings.
Siapa saja yang menerima tulisan ini, tolong lanjutkan ke teman-teman lainnya dan orang-orang tercinta anda. Saya yakin tak ada seorangpun yang ingin menderita atau melihat orang-orang tercinta anda menderita karena kista.

Sabtu, 01 Februari 2014

Madinah Islamic University...!!! mau ? check this out Riskafers_

Nihhh ada info beasiswa yang ku kutip dari postingan difacebook mengenai beasiswa di universitas islam madinah, Naaahhh... Bagi yang ingin kuliah di Madinah. Saat ini universitas islam madinah sedang membuka pendaftaran. Kesempatan kuliah dimadinah dengan beasiswa full.

Silahkan buka
http://admission.iu.edu.sa/.
Disitu ada pilihan bahasa indonesia. Pendaftran sudah dibuka sekarang.

Menuntut ilmu agama dari sumbernya adalah sebuah kebutuhan yang semakin mendesak seiring dengan semakin jauhnya umat Islam dari ajaran agama mereka. Kerajaan Saudi Arabia yang dikenal dengan gerakan pemurnian ajaran Islam menjadi tujuan banyak pencari ilmu dari semua penjuru jagat. Keberadaan kota Makkah dan Madinah yang merupakan titik tolak dakwah Islam dan selalu identik dengan ulama juga ikut berperan dalam hal ini.
Universitas Islam Madinah (UIM) bisa menjadi salah satu pilihan bagi para pemuda yang haus akan ilmu agama yang murni, juga para orang tua yang memimpikan ada di antara keturunan mereka yang Allah angkat derajatnya dengan ilmu agama. Apalagi, ternyata UIM membuka pintu lebar-lebar bagi para pemuda Islam untuk meraih beasiswa.
Sekilas tentang Universitas Islam Madinah
Universitas Islam Madinah (al-Jami'ah al-Islamiyyah bil Madinah al-Munawwarah) didirikan pada tanggal 25-3-1381 H (6-9-1961), yaitu pada masa pemerintahan Raja Su'ud bin Abdul Aziz Alu Su'ud.
Rektor pertamanya adalah Syaikh Muhammad bin Ibrahim (Mufti Kerajaan Saudi Arabia), kemudian Syaikh Abdul Aziz Bin Baz (Mufti Kerajaan Saudi Arabia), dan saat ini dipimpin oleh Prof. Dr. Muhammad bin Ali al-'Uqla.
Kurikulumnya digodok oleh para ulama terkemuka dunia Islam, dan saat ini memiliki lima fakultas, yaitu:
1. Fakultas Syariah.
2. Fakultas Dakwah dan Ushuluddin.
3. Fakultas Quran dan Dirasat Islamiyyah.
4. Fakultas Hadits dan Dirasat Islamiyyah.
5. Fakultas Bahasa Arab.
UIM juga membawahi tiga sekolah setingkat SMP dan tiga sekolah setingkat SMA. Menurut buletin Akhbarul Jami'ah, UIM merencanakan untuk merintis fakultas ilmu-ilmu umum dan membuka kampus khusus mahasiswi.
Universitas Islam Madinah merupakan hadiah dari pemerintah Kerajaan Saudi Arabia untuk para pemuda Islam di seluruh penjuru dunia. Hingga tahun 1429 H (2008 M), universitas ini telah meluluskan 20.385 sarjana S1 dari 147 negara, 74 %-nya dari luar Saudi, serta 968 master dan 621 doktor, 47 %-nya dari luar Saudi. Untuk Indonesia secara khusus, UIM telah menelurkan 828 sarjana S1, 19 master, dan 8 doktor.
Bentuk beasiswa
Bentuk beasiswa yang ditawarkan adalah menyelesaikan program S1 tanpa dipungut biaya. Bagi yang belum siap bisa mengikuti program bahasa 1-2 tahun, dan bagi yang berminat, terbuka kesempatan untuk meneruskan hingga program S3. Disamping itu, ada banyak fasilitas yang diberikan kepada mahasiswa yang diterima, antara lain:
1.    Kesempatan tinggal di tanah haram dan belajar kepada ulama Haramain.
2.    Kesempatan menjalankan ibadah haji dan umrah.
3.    Tiket keberangkatan dari negara asal sampai Madinah.
4.    Tiket PP ke negara asal setiap liburan akhir tahun.
5.    Mukafaah (tunjangan bulanan) yang cukup, sehingga bisa lepas dari tanggungan orang tua.
6.    Badal kutub (tunjangan pembelian kitab) setiap tahun.
7.    Badal imtiyaz (insentif untuk peraih predikat mumtaz/cum laude) setiap tahun.
8.    Badal thiba'ah (tunjangan pencetakan tesis dan desertasi)
9.    Asrama yang nyaman dan kondusif.
10.    Pelayanan kesehatan di rumah sakit kampus.
11.    Transportasi antar jemput dari kampus ke Masjid Nabawi setiap hari
Prosedur pengajuan beasiswa
Ada tiga cara yang bisa ditempuh untuk mengajukan permohonan beasiswa, yaitu:
  1. Muqabalah (interview langsung). Cara ini bisa dilakukan di dua tempat:
    1. Kampus Universitas Islam Madinah.
    2. Tempat penyelenggaraan daurah tahunan di Indonesia. Sejak 2003, daurah tahunan ini tidak diselenggarakan lagi, dan insyaallah mulai tahun ini akan diadakan lagi. Informasi daurah di Indonesia tahun ini bisa diperoleh secara tidak resmi di: http://serambimadinah.com/ atau http://muslim.or.id/
  1. Murasalah, yaitu dengan mengirim berkas yang diperlukan ke:
عمادة القبول والتسجيل، الجامعة الإسلامية بالمدينة المنورة، ص. ب. 170، المملكة العربية السعودية.
atau: Deanship of Admission and Registration, Islamic University of Madinah, PO Box 170, Kingdom of Saudi Arabia.
Catatan: Mulai tahun 1431 H, murasalah ditiadakan dan diganti dengan pendaftaran online.
  1. Pendaftaran online, di: http://admission.iu.edu.sa/Default.aspx

Persyaratan Umum:
1.    Beragama Islam dan berkelakuan baik.
2.    Komitmen mentaati aturan UIM.
3.    Sehat jasmani.
4.    Lulus ujian atau muqabalah yang dilakukan pihak UIM.
5.    Memiliki ijazah dari sekolah negeri atau swasta yang mendapat akreditasi (mu'adalah) dari UIM.  Berarti, ijazah dari sekolah negeri di Indonesia tidak perlu akreditasi.
6.    Siap belajar sepenuhnya.
7.    Memenuhi setiap persyaratan yang mungkin ditentukan UIM saat mengajukan permohonan beasiswa.
Persyaratan masuk program S1:
1.    Memiliki ijazah SMA atau sederajat.
2.    Usia ijazah tidak lebih dari 5 tahun.
3.    Tidak pernah drop out (DO) dari universitas lain karena sebab akademis atau hukuman.
4.    Usia pemohon beasiswa tidak lebih dari 25 tahun.
5.    Peminat Fakultas Quran harus memiliki hafalan 30 juz.
Berkas yang diperlukan:
1.    Ijazah.
2.    Daftar nilai ijazah / rapor tahun terakhir.
3.    Syahadah husn sirah wa suluk (surat keterangan berkelakuan baik), diutamakan dari sekolah asal. SKCK dari kepolisian juga bisa dipakai.
4.    Akte kelahiran dari instansi terkait.
5.    Surat keterangan sehat dari penyakit menular, dikeluarkan oleh instansi resmi.
6.    6 lembar pasfoto ukuran 4 x 6.
7.    Tazkiyah (rekomendasi) dari dari 1 lembaga keislaman di negara asal, atau dari 2 tokoh agama yang dikenal, berisi keterangan komitmen menjalankan kewajiban agama dan berpegang kepada adab-adab Islam.
* Catatan: Saat pengajuan permohonan beasiswa, cukup dengan menyerahkan fotokopi berkas yang diperlukan. Diwajibkan menyertakan fotokopi paspor dan visa bagi yang datang langsung ke kampus UIM, dan diutamakan menyertakan fotokopi paspor bagi yang lain.
Beasiswa di unversitas lain di Saudi Arabia
Terbuka pula kesempatan mendapat beasiswa dari universitas-universitas berikut:
1.    Universitas Ummul Qura di Makkah. Program yang bisa diikuti adalah program S1 ilmu agama. Kesempatan meneruskan hingga jenjang S3 juga terbuka. Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi: http://www.uqu.edu.sa/
2.    Universitas Islam Imam Muhammad bin Su'ud di Riyadh (universitas Islam terbesar dan induk LIPIA Jakarta). Program yang ditawarkan pasca sarjana ilmu agama. Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi: http://www.imamu.edu.sa/
3.    Universitas King Saud di Riyadh (universitas terbesar).  Anda bisa mengikuti program S1 dan pasca sarjana ilmu agama, serta pasca sarjana ilmu umum. Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi: http://www.ksu.edu.sa/
4.    Universitas King Fahd di Dahran. Program yang ditawarkan adalah pasca sarjana ilmu umum. Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi: http://www.kfupm.edu.sa/

UN ? Gampang kok !!!.....

malam riskafers,,,,,,
Di malam yang sunyi  karna aku lagi sakit perut dan nggak bisa tidur aku bakal membagikan salah satu E-book favorite-ku yang selama ini aku simpan rapt-rapat dari orang laen. Kenapa demikian ? karena ilmu yang ada di E-book ini bener-bener dahsyat adanya. Dulu mungkin aku egois, karena menyimpan ilmu ini sendiri. Yang ada dipikiranku dulu, Ujian Nasional itu adalah persaingan, jadi aku ngga mau sainganku itu lebih pintar, lebih hebat atau lebih jago dari aku.

Namun kini, prinsip itu udah aku buang jauh-jauh. Sekarang aku sudah sadar bahwa ilmu itu bukan untuk disimpan sendiri. Saat kita punya ilmu, mestinya kita membaginya dengan orang lain. Mengapa demikian ? sebab justru dengan membaginya, ilmu kita akan bertambah. Jujur, harusnya aku ngga membahas ilmu ini sekarang, tapi nyerempet sedikit ngga apa-apa lah, hehehe …
Membagi, adalah satu dari ilmu percepatan. Percepatan untuk apa ? Percepatan untuk meraih apa yang ingin kita raih. Contoh, jika kita ingin kaya, maka kayakanlah orang lain. Jika kita ingin sukses, maka sukseskanlah orang lain dan seterusnya. Ilmu ini jarang banget yang tahu, mengerti dan bahkan mempraktekkannya. Oleh karena itu, untuk kalian yang telah membaca artikel ini, ingat pesanku baik-baik. Jika kalian ingin Lulus Ujian Nasional Dengan Nilai Memuaskan, maka bacalah dan praktekkan E-book ini, silahkan download. Dan apabila kalian ingin lebih lagi, bagikan E-book ini ke teman-teman kalian, semoga amal ibadah kalian diterima Allah SWT, amiin …
Oke, mungkin sampai disini perjumpaan kita, dan Selamat !! Anda Lulus Ujian Nasional Dengan Nilai Memuaskan !!!

Kamis, 14 November 2013

8 pola menetap setelah menikah dalam sosiologi

1. Patrilokal/Virilokal, 
yaitu pasangan pengantin bertempat tinggal di sekitar pusat kediaman kerabat suami.

2. Matrilokal/Uxorilokal, 
yaitu pasangan pengantin bertempat tinggal di sekitar pusat kediaman kerabat istri.

3. Bilokal, 
yaitu pasangan pengantin menetap secara bergantian di tempat kerabat suami dan kerabat istri.

4. Neolokal, 
yaitu pasangan pengantin bertempat tinggal di kediaman baru.

5. Avunkeelokal, 
yaitu pasangan pengantin bertempat tinggal di rumah saudara laki-laki ibu/paman pihak suami.

6. Natalokal, 
yaitu pasangan pengantin tidak tinggal bersama, tetapi masing-masing menetap di daerah kelahirannya.

7. Utralokal, 
yaitu pasangan pengantin bebas menentukan tempat tinggal setelah menikah.

8. Kanon lokal, 
yaitu kebiasaan bertempat tinggal dalam bentuk kelompok, termasuk dengan orang tua kedua pihak.

Selasa, 12 November 2013

Puasa Asyura (10 Muharram)

Puasa Asyura merupakan puasa sunnah pada tanggal 10 Muharam (Asyura / Asyuro ), sering juga di iringi puasa sunnah pada tanggal 9 Muharam (Tasu'a) dan puasa sunnah 11 muharam. Di dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam An-Nawawi -rahimahullah- membawakan tiga buah hadits yang berkenaan dengan puasa sunnah pada bulan Muharram, yaitu puasa hari Asyura / Asyuro (10 Muharram) dan Tasu’a (9 Muharram)

Hadits yang Pertama

عن أبي قتادة رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ أن رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم سئل عن صيام يوم عاشوراء فقال: ((يكفر السنة الماضية)) رَوَاهُ مُسلِمٌ.

Dari Abu Qatadah -radhiyallahu ‘anhu-, bahwa Rasulullah saw ditanya tentang puasa hari Asyura. Beliau menjawab, “(Puasa tersebut) Menghapuskan dosa satu tahun yang lalu”. (HR. Muslim)

Hadits yang Kedua

عن ابن عباس رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ أن رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم صام يوم عاشوراء وأمر بصيامه. مُتَّفّقٌ عَلَيهِ

Dari Ibnu Abbas -radhiyallahu ‘anhuma-, “Bahwa Rasulullah saw berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa padanya”. (Muttafaqun ‘Alaihi).

Hadits yang Ketiga

وعن ابن عباس رَضِيَ اللَّهُ عَنهُما قال، قال رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم: ((لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع)) رَوَاهُ مُسلِمٌ.

Dari Ibnu Abbas -radhiyallahu ‘anhuma- beliau berkata: “Rasulullah saw bersabda, Apabila (usia)ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada (hari) kesembilan” (HR. Muslim)

“Rasulullah saw ditanya tentang puasa pada hari Asyura", beliau menjawab, "Menghapuskan dosa setahun yang lalu". Ini pahalanya lebih sedikit dibandingkan puasa Arafah. Puasa Arafah menghapuskan dosa setahun sebelum serta setahun sesudahnya. Karena hal ini, selayaknya seorang berpuasa sunnah Asyura (10 Muharram) disertai dengan (sebelumnya, ed.) Tasu’a (9 Muharram). Hal ini karena Rasulullah saw bersabda, "Apabila (usia)ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada yang kesembilan",maksudnya berpuasa pula pada hari Tasu’a.

Rasulullah saw memerintahkan untuk berpuasa pada hari sebelum maupun sesudah Asyura [1] dalam rangka menyelisihi orang-orang Yahudi, sebab pada hari Asyura (10 Muharram) merupakan hari di mana Allah selamatkan Musa dan kaumnya, dan menenggelamkan Fir’aun dan para pengikutnya. Di jaman dahulu orang-orang Yahudi berpuasa pada hari tersebut sebagai rasa syukur mereka kepada Allah atas nikmat yang agung tersebut. Allah telah memenangkan tentara-tentaranya dan mengalahkan tentara-tentara syaithon, menyelamatkan Nabi Musa as dan kaumnya serta membinasakan Fir’aun serta para pengikutnya.

Karena itu, sesudah Rasulullah saw tinggal di Madinah beliau melihat bahwa orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura [2]. Rasulullah saw pun bertanya kepada yahudi tentang hal tersebut. Maka orang-orang Yahudi tersebut menjawab, “Hari ini merupakan hari di mana Allah sudah menyelamatkan Musa dan kaumnya, dan celakanya Fir’aun dengan pengikutnya. Maka dari itu kami berpuasa sebagai rasa syukur kepada Allah”. 
Rasulullah saw berkata, “Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian”.

Kenapa Rasulullah saw mengucapkan hal tersebut? Sebab Rasulullah saw dan orang–orang yang bersama beliau merupakan orang-orang yang lebih berhak terhadap para nabi yang terdahulu. Allah berfirman,

إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرَاهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهَذَا النَّبِيُّ وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِينَ

“Sesungguhnya orang yang paling berhak dengan Ibrahim adalah orang-orang yang mengikutinya dan nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman, dan Allah-lah pelindung semua orang-orang yang beriman”. (Ali Imran: 68)

Maka Rasulullah saw merupakan orang yang paling berhak terhadap Nabi Musa as daripada orang-orang Yahudi tersebut, disebabkan mereka kafir terhadap Nabi Musa as, Nabi Isa as  dan Muhammad SAW. Maka beliau Rasulullah saw ber puasa Asyura dan memerintahkan manusia untuk berpuasa pula pada hari tersebut. Rasulullah saw juga memerintahkan untuk menyelisihi Yahudi yang hanya ber puasa  Asyura, dengan berpuasa pada hari kesembilan atau hari kesebelas beriringan dengan
puasa pada hari kesepuluh (’Asyura), atau ketiga-tiganya. [3]

Oleh karena itu sebagian ulama seperti Ibnul Qayyim dan yang selain beliau menyebutkan bahwa puasa Asyura terbagi menjadi tiga keadaan:

1. Berpuasa pada hari Asyura dan Tasu’ah (9 Muharram), ini yang paling afdhal.
2. Berpuasa pada hari Asyura dan tanggal 11 Muharram, ini kurang pahalanya daripada yang pertama. [4]
3. Berpuasa pada hari Asyura saja, sebagian ulama memakruhkannya karena Rasulullah saw memerintahkan untuk menyelisihi Yahudi, namun sebagian ulama yang lain memberi keringanan (tidak menganggapnya makhruh). [5]



Catatan :

[1] Adapun hadits yang menyebutkan perintah untuk berpuasa sesudahnya (11 muharam) adalah dha’if (lemah). Hadits tersebut berbunyi :

صوموا يوم عاشوراء و خالفوا فيه اليهود صوموا قبله يوما و بعده يوما . -

“Puasalah kalian hari Asyura dan selisihilah orang-orang yahudi padanya (maka) puasalah sehari sebelumnya dan sehari setelahnya. (HR. Ahmad dan Al Baihaqy. Didhaifkan oleh As Syaikh Al-Albany di Dha’iful Jami’ hadits no. 3506)

Dan berkata As Syaikh Al Albany – Rahimahullah- di Silsilah Ad Dha’ifah Wal Maudhu’ah IX/288 No. Hadits 4297: Penyebutan sehari setelahnya (hari ke sebelas. pent) adalah mungkar, menyelisihi hadits Ibnu Abbas yang shahih dengan lafadz:

“لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع” .

“Jika aku hidup sampai tahun depan tentu aku akan puasa hari kesembilan”

Lihat juga kitab Zaadul Ma’ad 2/66 cet. Muassasah Ar-Risalah Th. 1423 H. dengan tahqiq Syu’aib Al Arnauth dan Abdul Qadir Al Arna’uth.

لئن بقيت لآمرن بصيام يوم قبله أو يوم بعده . يوم عاشوراء) .-

“Kalau aku masih hidup niscaya aku perintahkan puasa sehari sebelumnya (hari Asyura) atau sehari sesudahnya” ((HR. Al Baihaqy, Berkata Al Albany di As-Silsilah Ad-Dha’ifah Wal Maudhu’ah IX/288 No. Hadits 4297: Ini adalah hadits mungkar dengan lafadz lengkap tersebut.))

[2] Padanya terdapat dalil yang menunjukkan bahwa penetapan waktu pada umat terdahulu pun menggunakan bulan-bulan qamariyyah (Muharram s/d Dzulhijjah, Pent.) bukan dengan bulan-bulan ala Eropa (Jan s/d Des). Karena Rasulullah saw mengabarkan bahwa hari ke sepuluh dari Muharram adalah hari di mana Allah membinasakan Fir’aun dan pengikutnya dan menyelamatkan Musa dan pengikutnya. (Syarhul Mumthi’ VI.)

[3] Untuk puasa di hari kesebelas haditsnya adalah dha’if (lihat no. 1) maka – Wallaahu a’lam – cukup puasa hari ke 9 muharam bersama hari ke 10 muharam (ini yang afdhal) atau ke 10 muharam saja.

Asy-Syaikh Salim Bin Ied Al Hilaly mengatakan bahwa, “Sebagian ahlu ilmu berpendapat bahwa menyelisihi orang Yahudi terjadi dengan puasa sebelumnya atau sesudahnya. Mereka berdalil dengan hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam",

صوموا يوم عاشوراء و خالفوا فيه اليهود صوموا قبله يوما أو بعده يوما .

“Puasalah kalian hari Asyura dan selisihilah orang-orang Yahudi padanya (maka) puasalah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya”.

Ini adalah pendapat yang lemah, karena bersandar dengan hadits yang lemah tersebut yang pada sanadnya terdapat Ibnu Abi Laila dan ia adalah jelek hafalannya.” (Bahjatun Nadhirin Syarah Riyadhus Shalihin II/385. cet. IV. Th. 1423 H Dar Ibnu Jauzi)

[4] (lihat no. 3)

[5] Asy-Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan,

والراجح أنه لا يكره إفراد عاشوراء.

Dan yang rajih adalah bahwa tidak dimakruhkan ber puasa Asyura saja.(Syarhul Mumthi’ VI)

Wallahu a’lam bish shawab.


Refferensi

Syarh Riyadhis Shalihin karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin terbitan Darus Salam – Mesir, diterjemahkan Abu Umar Urwah Al-Bankawy, muraja’ah dan catatan kaki: Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Rifai
Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin  http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/fiqh-ibadah/keutamaan-puasa-di-hari-asyura-10-muharram/
http://ulamasunnah.wordpress.com/2009/01/01/keutamaan-puasa-di-hari-asyura-10-muharram/
http://myquran.com  Puasa Asyura

Minggu, 10 November 2013

mimpi rasulullah yang nyata

9 Mimpi Nabi Muhammad SAW. Daripada Abdul Rahman Bin Samurah ra berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda: "Sesungguhnya aku telah mengalami mimpi-mimpi yang menakjubkan pada malam aku sebelum di Israqkan........"

1. Aku telah melihat seorang dari umatku telah di datangi oleh malaikatul maut dengan keadaan yg amat mengerunkan untuk mengambil nyawanya, maka malaikat itu terhalang perbuatannya itu disebabkan oleh KETAATAN DAN KEPATUHANNYA KEPADA KEDUA IBU BAPAKNYA.

2. Aku melihat seorang dari umatku telah disediakan azab kubur yang amat menyiksakan, diselamatkan oleh berkat WUDHUNYA YANG SEMPURNA.

3. Aku melihat seorang dari umatku sedang dikerumuni oleh syaitan-syaitan dan iblis-iblis lakhnatullah, maka ia diselamatkan dengan berkat ZIKIRNYA YANG TULUS IKHLAS kepada Allah.

4. Aku melihat bagaimana umatku diseret dengan rantai yang diperbuat daripada api neraka jahanam yang dimasukkan dari mulut dan dikeluarkan rantai tersebut ke duburnya oleh malaikut Ahzab, tetapi SHOLATNYA YANG KHUSUK DAN TIDAK MENUNJUK-NUNJUKKAN telah melepaskannya dari sIksaan itu.

5. Aku melihat umatku ditimpa dahaga yang amat berat, setiap kali dia mendatangi satu telaga di halangi dari meminumnya, ketika itu datanglah pahala PUASANYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT memberi minum hingga ia merasa puas.

6. Aku melihat umatku coba untuk mendekati kumpulan para nabi yang sedang duduk berkumpulan-kumpulan, setiap kali dia datang dia akan diusir, maka menjelmalah MANDI JUNUB DENGAN RUKUN YANG SEMPURNANYA sambil ke kumpulanku seraya duduk disebelahku.

7. Aku melihat seorang dari umatku berada di dalam keadaan gelap gulita di sekelilingnya, sedangkan dia sendiri di dalam keadaan bingung, maka datanglah pahala HAJI DAN UMRAHNYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT lalu mengeluarkannya dari kegelapan kepada tempat yang terang-benderang.

8. Aku melihat umatku coba berbicara dengan golongan orang mukmin tetapi mereka tidak pun membalas bicaranya, maka menjelmalah SIFAT SILATURRAHIMNYA DAN TIDAK SUKA BERMUSUH-MUSUHAN SESAMA UMATKU lalu menyeru kepada mereka agar menyambut bicaranya, lalu berbicara mereka dengannya.

9. Aku melihat umatku sedang menepis-nepis percikan api ke mukanya, maka segeralah menjelma pahala SEDEKAHNYA YANG IKHLAS KARENA ALLAH SWT lalu menabir muka dan kepalanya dari bahaya api tersebut.

Rasulullah SAW bersabda: "SAMPAIKANLAH PESANANKU KEPADA UMATKU YANG LAIN WALAUPUN DENGAN SATU AYAT"


Source: @ http://ketikwww.blogspot.com/2013/09/kisah-nyata-9-mimpi-nabi-muhammad-saw.html#ixzz2kMX6RkPj

perut rasulullah

Suatu ketika Rasulullah SAW menjadi imam sholat, para sahabat yang menjadi makmum dibelakangnya mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh Rasulullah bergeser antara satu dengan yang lain.

Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda Rasulullah langsung bertanya setelah selesai sholat, ”Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, apakah Anda sakit?”

Namun Rasulullah menjawab, Tidak. Alhamdulillah, aku sehat dan segar.

Mendengar jawaban ini Sahabat Umar melanjutkan pertanyaannya, ”Lalu mengapa setiap kali Anda menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan? Kami yakin engkau sedang sakit…”

Melihat kecemasan di wajah para sahabatnya, Rasulullah pun mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Ternyata perut Rasulullah yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil untuk menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali tubuh Rasulullah bergerak.

Umar memberanikan diri berkata, ”Ya Rasulullah! Adakah bila Anda
menyatakan lapar dan tidak punya makanan, lalu kami hanya akan tinggal diam?”


Rasulullah menjawab dengan lembut, ”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu ini. Tetapi apakah yang akan aku jawab di hadapan Allah nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban bagi umatnya?”

Para sahabat hanya tertegun. Rasulullah melanjutkan, ”Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah Allah buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.”


side chat


close
cbox